This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Etnografi Mini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etnografi Mini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

Ngadas, Si Tengger di Kaki Bromo

OlehArsi Mafirotul Wakhida
(3401413074)
Sosiologi dan Antropologi

Tengger merupakan salah satu komunitas di Indonesia yang mendiami wilayah empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu : Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten  Malang dan Kabupaten Lumajang. Menurut mitos yang beredar, Nama Tengger sendiri konon berasal dari legenda yang terjadi di sana. Pada jaman dahulu ada pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger yang dianggap sebagai nenek moyang dan kemudian nama mereka disatukan menjadi TENGGER. Gunung Bromo pun tak luput dari mitos yang beredar di masyarakat. Setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumah tangga, mereka  belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian mereka memutuskan untuk naik ke puncak gunung Bromo guna bersemedi. Mereka mendapat petunjuk bahwa doanya untuk memiliki anak akan terkabul namun dengan syarat. Syarat tersebut yaitu bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo. Tanpa berfikir panjang, pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya.
Setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya mereka mendapat putra putri yang semuanya berjumlah 25. Tiba waktunya untuk Roro Anteng dan Joko Seger menapati janjinya. Namun, naluri orang tua pasti tidak tega bila harus kehilangan anaknya. Sang Dewa marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah keadaan dimana suasana menjadi gelap gulita bersamaan kawah Gunung Bromo yang menyemburkan api. Akhirnya anak bungsunya yang bernama Raden Kusuma  lenyap terjilat api dan masuk ke kawah Bromo. Pada saat itu pula ada bisikan setiap bulan Kasada pada hari ke-14, masyarakat Tengger harus mengadakan sesaji kepada Dewa di kawah Gunung Bromo.Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo. Suku Tengger bukan masyarakat pelarian Kerajaan Majapahit. Mereka sudah ada sebelum warga dari kerajaan majapahit berpindah ke kaki gunung Bromo.
Indentifikasi
Ngadas adalah sebuah Desa di Kaki Gunung Bromo yang berada tepat di Jalan Raya Bromo. Desa yang terletak di Kecamatan Sukapura,  Kabupaten Probolinggo ini memiliki warga yang sangat terbuda dan well-comeI terhadap wisatawan yang tengah berkunjung ke daerah wisata Gunung Bromo dan singgah di Desa Ngadas. Jumlah penduduk yang ada di desa ini berkisar 682 jiwa dengan rincian 335 orang berjenis kelamin laki-laki dan 347 nerjenis kelamin perempuan. Warga Bapak Sumartono (Kepala Desa Ngadas) ini berpenghasilan rata-rata Dua Juta per bulan yang sebagian besar dari sektor pertanian, selebihnya dari sektor pariwisata dan berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil maupun Swasta. Dari data yang terdapat di kelurahan, ada tiga warga Bapak Sumartono yang berpendidikan Strata 1 (S1), 62 orang tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), 120 orang menamatkan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sisanya ada yang tidak bersekolah atau lulus di tingkat Sekolah Dasar (SD).
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com